Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Melatih si Kecil Belajar Berpuasa? Nggak Susah Kok, Begini Tips Jitunya

Belajar berpuasa anak usia dini adalah upaya tepat agar mereka lebih mencintai bulan yang penuh keberkahan ini. Bulan Ramadan merupakan momen yang tepat para orang tua mengajarkan ibadah rukun Islam yang ke-4. Bukan hanya teori, Anda bisa mengajari anak dengan penerapan praktek secara langsung.

 

Melatih si Kecil Belajar Berpuasa - unsplash.com

Teknik Jitu Melatih Anak Belajar Berpuasa

Puasa Ramadan adalah ibadah yang harus dilaksanakan muslim yang telah memenuhi persyaratan, salah satunya adalah telah memasuki usia akil baligh. Lalu kapan waktu yang tepat mengajarkan puasa pada anak?

Orang tua lebih mengerti buah hatinya. Ajarkan anak berpuasa setelah timbul ketertarikan  untuk berpuasa meskipun di usia tersebut anak belum diwajibkan berpuasa dalam agama.

Para orang tua harus melakukan sederet persiapan, salah satunya adalah mengajarkan anak ibadah di bulan Ramadan ini. Anda hanya butuh ketelatenan dan memberikan dukungan yang lebih saat anak belajar berpuasa. Berikut adalah kiat-kiat yang bisa Anda terapkan untuk mendukung proses belajar si buah hati.

Perhatikan Waktu dan Menu Sahur Hingga Berbuka

Saat anak tertarik untuk belajar berpuasa, sebaiknya Anda memperhatikan waktu sahur. Biasanya, anak susah dibangunkan, buatlah trik agar anak bersemangat untuk bangun sahur. Misalnya, pancing dia dengan menu favoritnya.

Baca juga: Pendidikan Ramah Anak Yang Perlu Diterapkan

Bangunkan anak sahur menjelang fajar atau mendekati sebelum waktu imsak. Saat berbuka, ajak anak untuk segera minum air putih dan berikan makanan manis untuk meningkatkan kadar gula darahnya.

Saat puasa, nutrisi cairan tubuh otomatis berkurang. Inilah salah satu hal penting yang harus dipahami oleh Anda. Saat menyajikan menu sahur dan berbuka, pastikan Anda memperhatikan kebutuhan asam amonia tubuh si kecil agar selalu terjaga baik.

Menu terbaiknya adalah buatlah sajian makanan yang kaya protein hewani. Usahakan anak mengkonsumsi buah dan sayur juga. Buatlah tampilan menu yang menarik saat disajikan agar anak tertarik untuk melahapnya.

Hindari Memaksa Anak

Puasa yang dilakukan anak tentu memerlukan penyesuaian. Jika memang ini adalah belajar berpuasa pertamanya, jangan paksa anak melakukan puasa sama porsinya dengan orang dewasa.

Setiap anak memiliki ketahanan tubuh yang berbeda, termasuk daya tahan lapar. Jadi, jika anak sudah mengeluh perutnya sakit atau wajah tampak pucat, maka puasa harus dihentikan.

Berikan pengertian bahwa semua ibadah yang dilakukan dalam ajaran agama Islam pada dasarnya memberikan kemudahan. Hal ini bertujuan agar anak masih semangat untuk belajar puasa keesokan harinya

Lakukan Puasa Berkala

Sebaiknya durasi anak saat pertama kali belajar berpuasa tidak melebihi 5 jam. Anda bisa menaikkan durasi waktu puasa secara bertahap . Hindari memarahi si kecil. Hal yang harus Anda ingat adalah mereka belum baligh sehingga memang belum diwajibkan untuk berpuasa.

Pengaturan Waktu Makan

Menu makanan sahur dan berbuka biasanya lebih bervariasi daripada menu harian. Hal yang tidak boleh luput dari perhatian Anda adalah atur pola dan waktu makan si kecil.

Berikan Contoh Langsung

Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka akan mengekor kebiasaan orangtuanya. Jadi, berikan contoh yang baik selama mendampingi mereka belajar berpuasa, mulai dari waktu sahur hingga berbuka tiba.

Berikan Support dan Reward

Hal penting yang tidak boleh dilupakan adalah tetap semangat memberi motivasi pada anak. Hal ini adalah sebagai upaya peningkatan kepercayaan diri pada anak.

Menghargai setiap usaha anak adalah sesuatu yang berarti untuk mereka. Berikan pujian atau hadiah yang disukai, misalnya makanan favorit mereka.

Kemungkinan Anda akan menjumpai kesulitan saat melatih buah hati belajar berpuasa di hari-hari pertamanya. Namun, hal terpenting yang harus Anda ingat adalah kewajiban Anda sebagai orang tua untuk menyampaikan ajaran agama dengan baik dan sesuai syariat Islam. Selamat mencoba.